Sekilas

Minggu, 18 Agustus 2013

Makalah Praktikum Biologi: Jaringan Hewan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
          Setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki sel yang membentuk suatu jaringan. Jaringan hewan memiliki perbedaan dengan jaringan tumbuhan, hal itu dikarenakan bagian penyusun jaringan pada tubuh yang terdiri dari kumpulan sel yang berbeda antara sel hewan dengan sel tumbuhan.
         Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Sebagai contoh, otot-otot jangtung yang bercabang menghubungkan sel jantung yang lainnya. Percabangan tersebut membantu kontraksi sel-sel dalam satu koordinasi.
1.2    Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.    Untuk mengetahui apa itu jaringan hewan.
2.    Untuk mengetahui jaringan apa saja yang terdapat pada jaringan hewan.
3.    Untuk mengetahui ciri dan fungsi dari tiap-tiap jaringan tersebut.
1.3    Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi masalahnya, yaitu :
1.    Apa yang dimaksud jaringan?
2.    Jaringan apa saja yang terdapat pada jaringan hewan?
3.    Apa saja ciri dan fungsi dari tiap-tiap jaringan tersebut?


BAB II
                                               TINJAUAN PUSTAKA

            Sel – sel penyusun jaringan tubuh pada hewan lebih banyak dan kompleks. Jaringan adalah kumpulan struktur, fungsi, cara pertumbuhan dan cara perkembangan serupa. Jaringan pada hewan dibagi menjadi 4 jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat atau penyambung, jaringan otot dan jaringan syaraf (Brotowidjoyo, 1989).
            Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi suatu rongga atau suatu permukaan bebas. Sel - selnya tersusun rapat satu sama lain sehingga tidak terdapat ruang. Ruang antar sel yang biasanya berisi substansi interselular atau juga bisa disebut matriks. Dipandang dari banyaknya lapisan sel yang menyusunnya, epitel dibedakan atas epitel selapis dan epitel berlapis. Epitelium kulit melindungi jaringan di bawahnya terhadap kerusakan karena gesekan mekanis, radiasi ultraviolet, dan serangan bakteri. (Brotowidjoyo, 1989).
            Jaringan pengikat berbeda dengan jaringan epitel, jaringan pengikat mengandung matriks yang sangat banyak. Jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat satu alat dengan alat lain, untuk membungkus alat-alat, untuk mengganti jaringan yang rusak (luka), untuk menetralkan racun dan untuk membentuk kerangka penyokong. Atas dasar struktur dan fungsinya, jaringan pengikat dibedakan atas tiga macam jaringan yang masing-masing dapat dibagi lagi menjadi jaringan - jaringan yang lebih khas: jaringan pengikat sebenarnya, jaringan pengikat rangka tulang rawan hialin, jaringan pengikat cair (Storer, 1957).
            Jaringan otot, jaringan ini sebagian besar terdiri atas sel-sel yang berbentuk serabut-serabut dengan ukuran panjang bervariasi. Dapat dikatakan tidak mengandung matriks. Sel-sel tersusun dalam berkas-berkas yang dibungkus jaringan pengikat. Jaringan otot mempunyai daya kerut yang cukup tinggi, panjangnya dapat menyusut sampai separuh atau sepertiga panjang normal. Jaringan otot terbagi atas otot serat lintang, otot polos, otot jantung (Fahn, 1974).
            Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) yang mempunyai ciri khusus, yaitu mempunyai juluran sitoplasma yang panjang. Selain disusun oleh neuron, sel saraf juga disusun oleh sel neuroglia yang terdapat di sistem saraf pusat. Sel saraf terletak menyebar di seluruh tubuh hewan. Di dalam satu sel neuron, sitoplasmanya mengandung ribosom, badan golgi, retikulum endoplasma, dan mitokondria. Neuron mendapatkan suplai makanan melalui sel neuroglia yang menyelubunginya. Neuron tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson (Lim, 1998).


BAB III
PEMBAHASAN

              Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama. Cabang ilmu Biologi yang mempelajari khusus tentang jaringan disebut histology. Jaringan dalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khusus dalam melakukan fungsi nya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair (darah) dan lainnya.
              Jaringan pada hewan dibedakan menjadi 4, yaitu :
1.   Jaringan Epitelium
Jaringan epitelium adalah jaringan pembatas dan pelapis yang menyelubungi atau melapisi permukaan organ, rongga, dan saluran, baik diluar maupun didalam tubuh. Jaringan epitelium terbagi atas 3 bagian, yaitu epidermis (yang melapisi bagian luar tubuh), endotelium (yang membatasi organ dalam), dan mesotelium (yang membatasi rongga). Ciri – ciri jaringan epitelium yaitu :
a.   Sel-sel nya tersusun rapat sehingga hampir tidak ada ruang antarsel.
b.   Tidak mengandung pembuluh darah tetapi mengandung ujung saraf. Sel epitelium mendapat makanan dari kapiler darah yang terdapat pada jaringan ikat.
c.   Memiliki kemampuan regenerasi cukup tinggi.  Ada epitelium yang rawan terhadap gesekan sehingga permukaan sel akan haus. Adapula yang dapat rusak akibat zat yang di hasilkan oleh bakteri, asam, atau asap. Selama sel epitelium mendapatkan cukup nutrisi, sel epitelium dapat cepat mengganti sel-sel yang rusak tersebut melalui pembelahan sel.
          Selain mempunyai ciri-ciri di atas, jaringan epitelium juga memiliki banyak fungsi, antara lain:
a.   Pelindung atau Proteksi
Melindungi jaringan dibawahnya dari kerusakan pada kulit. Dalam rangka fungsinya sebagai pelindung, biasanya epitel sendiri diberi pelindung yaitu lapisan tanduk (korneum), silia, dan lapisan lendir. Contoh epitel pada kulit dan rongga mulut.
b.   Penghasil Sekret
Pada saluran pencernaan yang berupa kelenjar, jaringan epitelnya dapat mengeluarkan enzim pada saluran pencernaan   (kelenjar eksokrin), contoh kelenjar keringat dan kelenjar air liur. Selain itu ada kelenjar endokrin (tidak mempunyai saluran khusus tetapi langsung melalui saluran darah, contoh kelenjar tiroid , hipofisis, dan lainnya).
c.   Sebagai jalur lalu lintas transportasi zat. Artinya epitel dapat berfungsi sebagai penyerapan zat ke dalam tubuh, contoh epitel pada jonjot usus.
d.   Untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Contoh pada nefron ginjal untuk lewatnya urine.
Berdasarkan bentuknya, jaringan epitelium dapat dibedakan menjadi bentuk pipih, kubus, dan silindris. Sedangkan berdasarkan jumlah lapisannya, epitelium dapat dibedakan menjadi epitelium simpleks dan epitelium kompleks.
·      Epitelium simpleks terdiri atas satu lapis sel. Jenis jaringan epitelium simpleks beserta letak dan fungsinya dijelaskan dalam tabel berikut.
No
Jaringan
Letak dan Fungsi
1.
Epitelium Pipih Selapis
·         Kapsula Bowman, lapisan dalam darah & limfa, alveolus paru-paru, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga, dan sel ekskresi kecil dari sebagian besar kelenjar.
·         Pelapis bagian dalam rongga dan saluran, tempat difusi & infiltrasi zat.
2.
Epitelium Kubus Selapis
·         Kelenjar air liur, retina mata, dinding ovarium, & saluran dalam nefron ginjal.
·         Proteksi, absorpsi, dan sekresi (penghasil lendir atau mucus).
3.
Epitelium Silindris Selapis
·         Dinding dalam lambung, usus, kantong empedu, rahim, saluran pernapasan bagian atas, dan saluran pencernaan.
·         Proteksi, sekresi, difusi, dan absorpsi.
4.
Epitelium Silindris Selapis Bersilia
·         Dinding dalam rongga hidung, trakea, bronkus, dan dinding dalam oviduk.
·         Penghasil mucus untuk menangkap benda asing yang masuk. Getaran silianya menghalau benda asing itu.
5.
Epitelium Silindris Berlapis Semu
·         Rongga hidung dan trakea.
·         Proteksi, sekresi, dan gerakan gas.

·      Epitelium kompleks tersusun atas beberapa lapisan sel. Lapisan sel terbawah yang selalu membelah diri untuk mengganti sel-sel permukaan yang rusak disebut lapisan germinativa. Jenis-jenis jaringan epitelium kompleks beserta letak dan fungsinya dijelaskan sebagai berikut.
No
Jaringan
Letak dan Fungsi
1.
Epitelium Pipih Berlapis
·         Kulit, epidermis, rongga mulut, esofagus, laring, vagina, anus, & rongga hidung.
·         Proteksi dan penghasil mucus.
2.
Epitelium Kubus Berlapis
·         Kelenjar keringat, kelenjar minyak, ovarium, & buah zakar.
·         Proteksi dan penghasil lendir atau mucus.
3.
Epitelium Silindris Berlapis
·         Lapisan konjungtiva, dinding dalam kelopak mata, laring, faring, & uretra.
·         Proteksi dan penghasil mucus, gerakan zat melewati permukaan, dan saluran sekresi kelenjar ludah serta kelenjar susu.

JARINGAN EPITHELLIUM.jpg
Gbr. Jaringan Epitelium

2. Jaringan Pengikat
Jaringan  ikat  merupakan  jaringan  yang menghubungkan antara jaringan yang satu dengan jaringan  yang  lain.  Fungsi  jaringan  ikat antara lain sebagai berikut :
a.   Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain.
b.   Membungkus organ.
c.   Mengisi rongga di antar organ.
d.   Mengangkut  zat  oksigen  dan  makanan ke jaringan lain.
e.   Mengangkut  sisa-sisa  metabolisme  ke alat pengeluaran.
f.    jaringan-ikat.jpgMenghasilkan kekebalan.
Jaringan ikat dapat dikelompokkan menjadi 4 jaringan, yaitu :
1.   Jaringan Ikat Biasa
Jaringan  ikat  biasa  dibedakan  menjadi jaringan ikat padat dan jaringan ikat longgar.
·      Jaringan  ikat  padat  misalnya  jaringan  pada tendon otot. Tendon otot adalah ujung berkas otot yang melekat pada tulang.
·      Jaringan ikat longgar merupakan jaringan pengisi ruangan di antara organ-organ.
2.    Jaringan Ikat Khusus
Jaringan  ikat  khusus  mempunyai  fungsi khusus, misalnya menyimpan energi dalam bentuk lemak, menahan goncangan, dan membentuk darah. Contoh  jaringan  ikat  khusus  adalah  jaringan lemak yang ada di bawah kulit.
3.    Jaringan Ikat Penyokong
Jaringan  ikat  penyokong  terdiri  dari jaringan  tulang  rawan  dan  jaringan  tulang sejati. Jaringan tulang sejati juga berfungsi untuk  menghasilkan  sel  darah  merah (eritrosit).
4.   Jaringan ikat penghubung
Jaringan  ikat  penghubung  terdiri  atas darah dan limfa.
·      Jaringan darah terdiri atas plasma darah dan butiran darah. Butiran darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah  putih  (leukosit),  dan  keeping  darah (trombosit).  Jaringan  darah  berfungsi mengangkut  oksigen,  karbondioksida,  sari makanan,  zat-zat  sisa,  dan  hormon. 
·      Jaringan limfa terdiri dari cairan limfa yang beredar pada  pembuluh  limfa.  Cairan  limfa  berfungsi untuk mengangkut lemak.

3. Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek.
     Jaringan otot terdiri atas otot rangka, otot polos, dan otot jantung.
a.    Jaringan Otot Polos
-     Mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis.  
-     Berkontraksi secara refleks dan di bawah pengaruh saraf otonom.
-     Bila otot polos dirangsang, reaksinya lambat.                                                                          
-     Terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, saluran pernafasan.
b.    Jaringan Otot Lurik
-     Nama lainnya adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule.                                                                                                                  
-     jaringan-otot.jpgKontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar.
-  Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang.
-     Kontraksinya berlangsung cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar.
-     Fungsinya untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.
c.    Jaringan Otot Jantung
-       Hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung.
-       Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat.                                                                          
-       Fungsinya untuk memompa darah ke luar jantung.

4. Jaringan Saraf
Jaringan saraf yang merupakan jenis ke-4 dari jaringan dasar terdapat hampir di seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi. Dalam melaksanakan fungsinya, jaringan saraf mampu menerima rangsang dari lingkungannya, mengubah rangsang tersebut menjadi impuls, meneruskan impuls tersebut menuju pusat dan akhirnya pusat akan memberikan jawaban atas rangsang tersebut. Rangkaian kegiatan tersebut dapat terselenggara oleh karena bentuk sel saraf yang khas yaitu mempunyai tonjolan yang panjang dan bercabang-cabang.
Selain berkemampuan utama dalam merambatkan impuls, sejenis sel saraf berkemampuan bersekresi seperti halnya sel kelenjar endokrin. Sel saraf demikian dimasukkan dalam kategori neroen-dokrin yang sekaligus menjadi penghubung antara sistem saraf dan sistem  endokrin. Jaringan saraf hanya dimiliki hewan dan manusia.
jaringan-saraf.jpgJaringan saraf terdiri dari sel saraf (neuron) dan sel penyokong (neuroglia). Neuron merupakan unit struktural dan fungsional sistem saraf, terdiri dari badan sel saraf, processus sitoplasmatis dan selubung saraf. Processus sitoplasmatis sel saraf terdiri dari dendrite dan neurit (akson). Dendrit bercabang-cabang dan berfungsi menerima impuls dari neuron lain serta menghantarkannya ke badan sel. Akson merupakan processus yang tunggal, tidak bercabang kecuali pada ujung akhirnya, disebut telodendron. Akson berfungsi meneruskan impuls dari badan sel saraf ke dendrit sel saraf lain atau ke efektor.

  
BAB IV
KESIMPULAN
4.1  Kesimpulan

       Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama. Cabang ilmu Biologi yang memepelajari khusus tentang jaringan disebut histology. Jaringan pada hewan dibedakan menjadi 4, yaitu : Jaringan Epitelium, Jaringan Pengikat, Jaringan Otot, dan Jaringan Saraf. Keempat jaringan tersebut mempunyai fungsi dan karakteristik tersendiri. Jaringan epitel dibagi lagi menjadi jaringan yang berbentuk pipih, kubus, dan silindris. Jaringan pengikat dibagi menjadi pengikat biasa, khusus, penyokong, dan penghubung. Untuk jaringan otot dibagi menjadi otot polos, lurik, dan jantung. Sementara jaringan saraf memiliki bagian-bagian tertentu seperti badan sel, akson, dan lainnya.


DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo. 1989. Zoologi Dasar. Erlangga. Jakarta

Dinisa, Lestya. 2011. Jaringan Otot Pada Hewan [online]
http://lestyadinisa.blogspot.com/2011/10/jaringan-otot-pada-hewan.html
[14 September 2012]

Fahn, A. 1974. Animal Anatomy. Pergamon Press. New York.

Isharmanto. 2010. Catatan Jaringan Hewan [online].
http://biologigonz.blogspot.com/2010/10/tugas-jaringan-hewan.html
[13 September 2012]

J, Mallab dan Marieb E.N. 2001. Human Anatomy 3rd Edition. San Fransisco: Benjamin Cummings.

Lim, Daniel. 1998. Mikrobiologi Dasar. Jakarta:Erlangga.

Mustahib.2010. Jaringan Hewan [online].
http://biologi.blogsome.com/2010/10/01/jaringan-hewan-materi
[13 September 2012]

Storer, T. I. 1957. General Zoology. Hill Book Company. New York.

Wikipedia. 2010. Jaringan Epitel [online].
Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_epitel
[13 September 2012]

1 komentar:

  1. terima kasih kak atas informasinya , tugas sya jadi cepat selesai

    BalasHapus

Designed By Galihghung
2009 - 2016